Sabtu, 28 Maret 2009

CARA MENDETEKSI PADA BOSTER REM

Mendeteksi masalah pada booster rem

Menginjak pedal rem mestinya tak perlu mengeluarkan tenaga besar. Dengan sedikit tekanan saja cukup membuat pedal rem tertekan dan laju kendaraan terkontrol. Saat ngerem, pedal terasa ringan. Pedal rem yang terasa ringan memang diciptakan demi kenyamanan dalam berkendara.

Maka, kita akan sangat terganggu bila pedal rem keras. Seperti yang dialami Tripinto Laksono, pengendara yang tinggal di kawasan Jakarta ini. Pengendara Kijang tahun 1992 ini mengaku, meskipun rem mobilnya pakem (mencengkeram dengan kuat), namun pedalnya sering terasa keras saat diinjak. “Sesekali soft, tapi lebih sering keras,” katanya melalui email.

Tips tentang rem yang pernah online astraworld.com sudah ia terapkan. Selain itu, master rem sudah ia ganti. Kanvas rem pun baru dan masih tebal. Tapi, ternyata masalah ini tetap belum terselesaikan. “Apa karena booster remnya?”

Memang, kasus seputar rem mau tak mau akan melibatkan komponen yang bernama booster rem, one way valve, mungkin juga pada mesin. Termasuk masalah pedal rem keras. Diantara komponen-komponen tersebut, kemungkinan besar masalah pedal rem keras dipicu oleh kerusakan pada booster rem. Sebab, booster rem memang dikonstruksikan untuk membuat pedal rem ringan.

Untuk mendeteksi rusak tidaknya booster rem, lakukanlah langkah-langkah berikut:

Putar kunci kontak pada posisi OFF (mesin mati).
Kocok (tekan-lepas) pedal rem secara berulang untuk mendapatkan posisi pedal rem tertinggi (kaki tetap menekan pedal rem).
Hidupkan mesin.
Pada saat mesin sudah hidup, pedal rem akan turun dengan sendirinya (posisi kaki tetap menekan pedal rem).
Kemudian matikan mesin.
Pada saat mesin mati, maka pedal rem harus tetap posisi pada terbawah, dan pedal akan naik apabila Anda melakukan pengocokan kembali.
Bila hasil pengujian ternyata tidak sesuai dengan langkah-langkah di atas, ada kemungkinan sumber masalahnya adalah booster rem. Nah, bila terbukti bahwa booster rem bermasalah, untuk mengatasinya Anda harus membawa mobil Anda ke bengkel.

Sebab, untuk menanganinya minimal booster rem harus diganti. Bahkan, mungkin juga harus dengan overhaul. Untuk dua hal ini, tentu saja sebaiknya jangan Anda lakukan sendiri.

Lalu, bagaimana bila hasil pendeteksian Anda sesuai dengan langkah-langkah diatas dan tidak menunjukkan kerusakan di booster rem? Mungkin saja kerusakan sebenarnya terjadi di pemasangan one way valve, atau pada kevacuman. Untuk bahasan ini, tunggu ulasan tips and tricks edisi berikutnya.

OLI SEPERTI KOPI SUSU APA ARTINYA

Oli Seperti Susu Coklat dan Berbusa, Apa Artinya?

Kondisi oli dapat menunjukkan kesehatan mesin. Cukup dengan melihat warna, merasakan dengan jari atau dengan memeriksa kuantitas cairan yang berfungsi sebagai pelumas ini. Salah satu contoh kerusakan yang bisa kita deteksi dengan memeriksa oli adalah ada tidaknya kerusakan pada silinder head.

Coba lihat oli mobil Anda. Bila warnanya seperti susu coklat serta agak berbusa, ada kemungkinan telah terjadi kerusakan pada silinder head. Secara teknis, para mekanik menyebutnya dengan istilah silinder head “melenting” (permukaan yang seharusnya menempel dengan blok silinder berubah bentuk).

Perubahan bentuk itu mengakibatkan silinder head tidak menempel rapat dengan blok silinder. Akibatnya, ada banyak celah diantara silinder head dan blok silinder. Padahal, pertemuan antara silinder head dan blok silinder seharusnya sangat presisi. Kepresisian itu sangat penting agar air radiator yang terdapat di water jacket tidak merembes dan bercambur dengan oli.

Itulah sebabnya ketika kita mendapati oli yang warnanya sudah seperti susu coklat serta agak berbusa kita dapat menduga bahwa telah terjadi kerusakan pada silinder head. Oli berubah warna dan berbusa karena telah bercampur dengan air radiator. Karena telah bercampur air, ciri kerusakan pada silinder head juga diindikasikan dengan kuantitas oli yang tampak lebih banyak.

Meskipun efeknya tidak terlalu terasa, jangan biarkan kondisi oli yang seperti ini. Sebab, campuran tersebut praktis akan menurunkan kemampuan oli dalam melumasi logam-logam yang bergesekan.

Lalu, mengapa silinder head sampai “melenting”? Satu hal yang paling mungkin membuat komponen ini berubah bentuk adalah overheating. Suhu yang sangat tinggi membuat logam ini memuai.

Bila hasil pemeriksaan memang menunjukkan kondisi silinder head yang sudah tidak presisi lagi, solusinya adalah membongkar silinder head. Istilah tekniknya, "bongkar ½ mesin". Lalu ganti silinder head dengan yang baru.

Beberapa kalangan sering mengatasi silinder head yang "melenting" dengan cara meratakan kembali bagian yang melengkung. Memang, persoalan dapat sedikit terselesaikan. Namun kami tak merekomendasikan cara ini. Sebab, langkah meratakan kembali silinder head tetap meninggalkan kelemahan. Yaitu, berkurangnya kemampuan mesin.

CARA MENGATASI BILA SUSAH MEMINDAHKAN GIGI MUNDUR

Cara Lain Atasi Susah Pindah Gigi Mundur

Ada beberapa solusi untuk mengatasi kesulitan meng-over transmisi manual ke posisi mundur. Pada edisi sebelumnya AstraWorld mengungkapkan satu cara, yaitu: lepas pedal kopling, kemudian injak kembali pedal kopling, baru masukkan gigi ke posisi mundur.

Coba saja cara tersebut. Praktis, tuas transmisi langsung mudah masuk di posisi mundur. Mobil pun dapat digerakkan ke belakang. Beberapa pengendara sudah membuktikan keampuhan solusi dalam mengatasi masalah yang biasa muncul saat hendak parkir ini.

Salah satu langkah lain untuk mengatasi masalah serupa adalah: masukkan dahulu ke gigi 1, baru kemudian geser transmisi ke posisi mundur. Hasilnya sama. Tuas transmisi akan mudah masuk ke posisi mundur.

Alasan teknis di balik solusi ini hampir mirip dengan langkah pertama. Saat hendak mundur sangat mungkin kita mengalami masalah seperti di atas karena komponen gigi mundur disusun dengan konstruksi sejajar (sliding). Untuk bisa masuk, mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar harus berada pada posisi yang sangat pas. Sedikit saja meleset, tuas akan terasa keras. Seolah ada sesuatu yang mengganjal.

Memang, tuas yang terasa keras itu berarti ada sesuatu yang mengganjal. Ganjalan itu akan hilang setelah tuas transmisi kita posisikan ke gigi 1 terlebih dahulu. Ini ada kaitannya dengan konstruksi gigi maju (1, 2, 3, 4 dan 5) yang menggunakan sistem syncromesh. Pada saat gigi di posisi 1, maka syncromesh menyamakan gigi pemutar dengan gigi yang akan diputar.

Pergeseran pada konstruksi gigi maju tersebut dapat mengakibatkan pergeseran pula di konstruksi gigi mundur. Implikasi selanjutnya, kemungkinan besar akan terjadi kesesuaian antara mata gigi pemutar dan alur gigi yang akan diputar. Kesesuaian itulah yang kemudian memudahkan kita dalam menggeser tuas transmisi ke posisi mundur.

Seandainya masih terasa keras juga, artinya pergeseran tersebut belum sampai pada titik yang pas. Ulangi lagi langkah serupa: masukkan ke gigi 1, baru kemudian geser tuas transmisi ke posisi mundur.

CARA MERAWAT KANVAS KOPLING

Tiga Cara Bikin Kanvas Kopling Panjang Usia

Kanvas kopling memang mempunyai masa pakai. Semakin intens kanvas bekerja, semakin cepat tipis permukaannya. Bila sudah tipis, komponen penting dalam sistem penggerak kendaraan ini memang seharusnya kita ganti segera. Rata-rata, tiap 4 tahun sekali.

Namun, jangan salah sangka. Banyak pengendara yang harus mengganti kanvas kopling jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Bukan semata-mata karena masalah kualitas. Tapi, karena kesalahan dalam gaya berkendara. Sebagai pengendara, kita bisa sedikit memperpanjang usia kanvas kopling bila memperlakukannya secara tepat.

Beberapa waktu lalu, astraworld.com pernah menghimbau agar saat mengendarai mobil kita jangan sering-sering menginjak setengah kopling. Efeknya terhadap keausan memang sangat jelas. Injakan yang nanggung seperti ini menempatkan kanvas kopling pada tingkat gesekan yang sangat keras. Itu sebabnya permukaan kanvas akan lebih cepat terkikis.

Kebiasaan ini masih sering dilakukan para pengendara. Terutama, di jalur padat dan saat menanjak. Mereka berargumentasi, dengan menginjak setengah kopling, maka mesin tidak akan mati. Ada benarnya, namun lebih banyak menimbulkan kerugian. Karena itulah, kami menempatkannya pada urutan pertama.

Cara kedua yang harus kita perhatikan adalah saat melepas pedal kopling. Kanvas kopling akan jauh lebih awet apabila ketika melakukan perpindahan transmisi, kita tidak melepaskan pedal kopling secara menghentak. Lepaskan saja dengan perlahan-lahan.

Dan yang ketiga, penggunaan gigi transmisi harus sesuai dengan kecepatan kendaraan. Jangan terbiasa menggunakan gigi tinggi bila kecepatan mobil rendah. Kebiasaan ini masih sering dilakukan pengendara. Misalnya, menggunakan gigi 4 pada saat kecepatan kendaraan hanya 20km/jam.

Sebenarnya, semua himbauan ini terkait dengan posisi kanvas kopling. Sebagai bagian dari sistem penggerak kendaraan, kopling beserta kanvasnya menjadi komponen penghubung antara mesin dan penggerak roda. Ia bertugas meneruskan daya yang dihasilkan akibat putaran mesin ke penggerak roda. Sehingga penggerak roda mampu menggerakkan total beban kendaraan.

Kanvas kopling akan lebih panjang usia bila ia betul-betul kita tempatkan semata-mata sebagai penghubung. Bukan sebagai penahan beban kendaraan. Caranya, ikutilah tiga kebiasaan di atas.

MASALAH PERFORMA PADA MESIN

Ring Piston Bermasalah Bikin Mesin Payah

Performa mesin adalah salah satu perhatian penting para pengendara. Paling enak, begitu gas diinjak dapur pacu mobil merespon dengan amat maksimal. Pengendara pasti mengeluh bila mesin terasa tak bertenaga. Bukan hanya karena mesin payah, tapi praktis gejala semacam ini juga menunjukkan konsumsi bahan bakar yang boros.

Pada umumnya, salah satu yang menyebabkan kondisi ini adalah adanya kebocoran kompresi mesin. Kompresi yang normal akan menghasilkan tenaga mesin yang maksimal. Kompresi menjadi tidak normal ketika terdapat kebocoran. Kebocoran dapat menyebabkan kompresi mesin menurun sehingga output yang dihasilkan mesin pun kecil.

Diantara beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan kebocoran adalah kerusakan pada ring piston. Komponen yang terletak di dalam mesin ini dapat tergores (aus), atau kotor. Hubungan antara kondisi ring piston dan kebocoran mesin sangat kuat mengingat ring piston memegang peranan penting dalam menjaga kerapatan antara piston dan dinding silinder.

Dengan kerapatan ini, ring piston akan mencegah terlalu banyaknya campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang oli. Ini perlu dicegah karena bila terlalu banyak masuk ke ruang oli, akan menyebabkan tekanan kompresi mesin menurun.

Nah, bila merasakan tenaga mesin yang lemah disertai gejala-gejala seperti di atas, maka coba fokuskan perhatian ke masalah kompresi. Caranya:

Lakukan tes tekanan kompresi. Ada alat khusus yang bisa digunakan yang bisa menunjukkan standar tekanan kompresi yang diijinkan oleh masing-masing kendaraan. Bila tekanan kompresi ternyata di bawah standar, langkah selanjutnya adalah menemukan penyebab masalah kompresi.
Hubungan antara kompresi dan kerusakan ring piston dapat diketahui dengan cara menambahkan oli ke dalam silinder pada saat melakukan tes kompresi. Tes ini perlu dilakukan mengingat penyebab kompresi bocor tidak hanya kerusakan pada ring piston. Bisa juga disebabkan oleh seal katup dan katupnya aus; paking silinder head (gasket) tidak dapat merapatkan blok silinder dan silinder head. Apabila, kompresi naik setelah ditambahkan oli, maka penyebab utamanya hanya dua: dinding silinder dan ring piston.
Bila sudah terbukti ring piston rusak, solusi satu-satunya adalah overhaul.

Sebetulnya, masalah di atas dapat kita hindari. Yaitu, dengan melakukan perawatan rutin. Terutama, yang terkait dengan oli mesin dan sistem pendinginan mesin (air radiator). Oli harus diperiksa dan diganti secara rutin. Pergantian oli tergantung pada tipe yang digunakan. Bisa setiap 5.000 km, 10.000 km dst. Tergantung rekomendasi produsen oli. Kuantitas dan kualitas oli juga harus diperiksa. Harus diantara garis E – F. Lebih save bila berada di posisi F.

Begitu juga air radiator. Kuantitas dan kulitasnya harus dijaga. Jangan sampai timbul korosi berlebihan yang dapat menghambat proses pendinginan mesin.

KENDARAAN BERGETAR SAAT NGEREM

Bergetar Saat Ngerem, Segera Periksa Cakram

Letak cakram rem (disc brake) memang di bagian bawah, dan agak tersembunyi. Tapi jangan segan-segan untuk sekali waktu memeriksa komponen yang sangat vital dalam pengendalian laju kendaraan ini. Bukan tak mungkin permukaan cakram rem mobil Anda sudah tidak rata, atau bergelombang. Berkendara dengan cakram rem yang bergelombang sangat tidak nyaman dan berbahaya.

Meskipun tertutup, deteksi kerusakan atas permukaan cakram rem dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Indikasi adanya kerusakan dapat diketahui dari seberapa pakem rem mobil Anda saat digunakan untuk ngerem. Bila kurang menggigit, ini tanda telah terjadi masalah pada cakram rem.

Untuk lebih memastikan, coba perhatikan ketika pedal rem Anda injak. Apakah terasa getaran di pedal rem? Bila ya, pasti permukaan cakram mobil Anda bergelombang.

Ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab cakram rem bergelombang. Yang paling sering adalah karena banyaknya kotoran yang menempel di permukaan cakram. Ketika rem dioperasikan kotoran-kotoran ini akan menggesek dan merusak cakram.

Kedua, faktor usia. Semakin lama usia pemakaian cakram rem, kemungkinan bergelombang (rusak) juga menjadi semakin besar.

Kemungkinan ketiga adalah masalah kualitas kampas rem (disc pad). Kampas rem yang berbahan dasar keras cenderung merusak cakram. Hal ini sering terjadi bila disc pad yang digunakan di sistem pengereman mobil Anda ternyata imitasi.

Dari ketiga kemungkinan itu, kita dapat melakukan perawatan cakram rem dengan lebih baik. Yaitu:

Lakukan pemeriksaan sistem rem setiap 10.000 km dan lakukan pengurasan minyak rem setiap 20.000 km.
Gunakan disc pad dengan original.
Jaga kebersihan kolong, terutama pada bagian rem (cakram maupun tromol)

CARA MENGHENTIKAN KENDARAAN TANPA REM

Menghentikan Kendaraan Saat Rem Tak Berfungsi

Ketika menyadari kendaraan mengalami kerusakan fungsi rem, biasanya pengendara sangat terkejut dan panik. Apalagi jika pada saat itu kendaraan sedang melaju di jalan raya. Kepanikan inilah yang umumnya membuat pengendalian laju kendaraan menjadi tidak terkontrol dan sangat potensial menimbulkan kecelakaan lalulintas.

Ada dua kemungkinan kerusakan fungsi rem yang umumnya baru kita ketahui saat kendaraan sedang melaju: rem blong dan rem macet. Keduanya sama-sama berbahaya. Bahkan rem yang macet (menjepit terus) dapat mempengaruhi arah steer (kemudi). Rem yang macet dapat mengakibatkan kemudi tertarik ke kiri atau ke kanan karena roda terkunci.

Bila mendapati kerusakan rem dalam kondisi kendaraan sedang melaju, yang pertama harus dilakukan adalah menghentikan laju kendaraan. Masalahnya, adakah cara lain yang dapat kita gunakan untuk menghentikan kendaraan tanpa menginjak pedal rem?

Jawabannya ada. Untuk kondisi seperti ini kita dapat menghentikan laju kendaraan dengan menggunakan rem tangan. Tentu saja rem tangan ini baru dapat kita operasikan saat kecepatan kendaraan sudah sangat rendah (di bawah 10 km/jam).

Untuk ini, ada beberapa step yang harus kita lakukan sebelum mengoperasikan rem tangan.

1. Turunkan kecepatan kendaraan dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4,4-3,3-2,2-1).
2. Apabila pada bahu jalan terdapat rumput, gunakan bahu jalan yang berumput tersebut untuk semakin memperlambat laju kendaraan.
3. Setelah kecepatan kendaraan sudah relatif pelan, maka lakukan pengoperasian rem tangan untuk menghentikan laju kendaraan.

Setelah kendaraan berhenti total, segera lakukan pemeriksaan komponen rem. Bila ada kerusakan, segeralah lakukan perbaikan. Menghentikan kendaraan tanpa fungsi rem seperti di atas ini relatif lebih aman ketimbang panik yang berpotensi kendaraan melaju tanpa kontrol.

KNALPOT BOCOR PENYEBABNYA TENAGA KENDOR

Tenaga Kendor Akibat Knalpot Bocor

Jangan tergesa-gesa menyalahkan performa mesin jika Anda merasa mobil kurang bertenaga. Bukan tak mungkin kesalahan terletak pada komponen lain. Karena knalpot bocor, misalnya. Untuk mengetahui kebocoran knalpot dapat dilakukan dengan cara mendengar. Knalpot yang bocor biasanya menghasilkan suara gas buang lebih berisik dan keras seiring putaran mesin.

Bila benar knalpot mengalami kebocoran, perbaikan dapat dilakukan dengan mengelas bagian-bagian yang bocor. Namun jika sudah terlalu parah dan keropos di mana-mana, mau tidak mau knalpot tersebut harus diganti dengan yang baru.

Knalpot bocor memang dapat mempengaruhi performa mesin. Hubungan sebab akibat itu terjadi karena secara teknis kebocoran pada knalpot dapat mengurangi pemanfaatan panas yang dihasilkan mesin.

Normalnya, dari 100% panas yang dihasilkan mesin, 32% hilang akibat pendinginan mesin, 6% hilang akibat gesekan, 3% hilang akibat bermacam pompa di mesin, 34% akan terbuang melalui gas buang. Nah, hanya 25% lah yang dimanfaatkan untuk menjadi tenaga. Jumlah untuk tenaga inilah yang akan semakin kecil jika knalpot bocor. Karena panas mesin yang terbuang ke udara bebas melalui knalpot semakin besar. Itu sebabnya mesin terasa kurang bertenaga.

Selain masalah usia, kebocoran pada knalpot umumnya dipicu oleh korosi (karat). Korosi pada komponen knalpot bisa terjadi karena efek kondensasi (karena perbedaan temperatur antara di dalam dan di luar pipa knalpot) maupun karena kandungan garam yang cukup tinggi di udara sekitar kendaraan.

Dari uraian itu, ada beberapa tindakan yang perlu kita perhatikan agar kasus knalpot bocor tidak terjadi.

Jangan sering-sering idling (stationer) atau berkendara dalam kecepatan rendah pada waktu yang lama. Ini untuk mencegah mengendapnya air dalam pipa knalpot.
Jagalah kebersihan bagian kolong kendaraan terutama pada saat musim hujan. Di antaranya adalah pipa atau saluran knalpot.
Beri perhatian extra pada knalpot bila sering melewati daerah-daerah yang mengandung kadar garam yang tinggi (melewati pantai misalnya). Cara ini untuk mencegah korosi.

MOBIL JARANG BEROPERASI KAPAN GANTI OLI BOSS......?I

Mobil Jarang Beroperasi, Kapan Ganti Oli?

Pertanyaan seperti ini muncul dari seorang pengendara yang memiliki mobil lumayan banyak. Karena punya lebih dari satu, maka ada mobil yang benar-benar jarang beroperasi. Lebih sering nongkrong di garasi ketimbang diajak keliling-keliling dari satu tempat ke tempat lain. Praktis, angka di tripmeter mobil tidak cepat bertambah. Lalu, adakah efek buruk jika penggantian oli cuma bersandar pada indikator jarak tempuh?

Apabila mobil tidak dihidupkan dalam waktu lama atau jarang dipakai, sebaiknya penggantian oli juga memperhatikan masalah waktu. Berapa pun angka di KM, jika oli mesin sudah lebih dari 3 bulan lebih baik ganti dengan yang baru. Kecuali, ada keterangan khusus baik dari pabrikan mobil maupun pabrikan oli.

Penggantian oli secara berkala ini perlu dilakukan agar kualitas maupun kuantitasnya tetap maksimal. Kondisi oli yang prima sangat dibutuhkan agar tugas pelumasan komponen-komponen mesin dapat berjalan dengan baik.

Terlepas dari masalah jarak tempuh maupun waktu pakai, ada ciri-ciri yang bisa kita kenali untuk mengetahui kualitas oli. Karena, bisa saja jarak tempuh masih pendek dan waktu pakai belum sampai 3 bulan tapi oli sudah masuk kategori rusak. Contoh, jika tercampur air setelah terkena banjir misalnya.

Ciri ciri oli yang sudah buruk diantaranya adalah warna yang sudah kehitam-hitaman (keruh). Jika dioleskan di ujung-ujung jari akan terasa kasar. Rasa kasar adalah tanda bahwa oli sudah banyak mengandung serbuk metal, maupun kotoran.

Pada beberapa kasus, oli mesin juga bisa berwarna coklat kental mirip susu coklat. Ini terjadi jika oli mesin tersebut telah bercampur air. Air ini bisa berasal dari mesin itu sendiri, akibat adanya kebocoran pendinginan. Bisa juga air ini berasal dari luar, seperti jika kendaraan terendam air atau memasuki genangan air.

KOPLING LENGKET TERKENA AIR

Kopling Lengket Setelah Terendam Banjir

Jika mobil Anda sempat terendam air saat banjir tempo hari, coba ingat-ingat lagi kinerja mobil Anda. Apakah ada sesuatu yang aneh dengan kopling, misalnya. Apakah ada kesulitan ketika hendak memindahkan gigi transmisi saat mesin sedang berputar?

Susah mengoper gigi transmisi adalah kasus yang biasa terjadi pada kopling yang terkena rendaman air. Pemindahan gigi tersebut dapat dengan mudah dilakukan jika mesin mati. Kasus susah pindah gigi transmisi ini sering disebut dengan istilah “kopling lengket”.

Solusinya sangat sederhana. Pada beberapa kasus, kopling lengket dapat diatasi dengan memaksa mesin berputar pada posisi transmisi masuk dan pedal kopling ditekan. Teknisnya, saat mesin masih mati tekan kopling, lalu masukkan gigi transmisi. Kemudian putar kunci kontak ke posisi “START”. Memang, mobil akan terasa melompat sedikit. Jika lengketnya tidak terlalu kuat biasanya kesulitan mengoper gigi transmisi akan teratasi.

Jika langkah tersebut tidak berhasil (mobil melompat dan mesin langsung mati) atasi kasus di atas dengan memaksa mobil bergerak maju atau mundur dengan didorong saat posisi transmisi masuk dan pedal kopling ditekan. Lakukan cara ini tanpa menghidupkan mesin.

Seandainya langkah itu pun tidak berhasil juga, terpaksa kopling harus di-overhoul. Apabila kondisi kampas kopling masih tebal, plat kopling tersebut cukup dibersihkan saja (amplas). Tetapi jika sudah tampak cacat (terkoyak atau sudah tipis) sebaiknya ganti kampas kopling dengan yang baru. Akan lebih baik lagi bila plat penekannya (rumah matahari) juga diganti.

Pada prinsipnya, susah pindah gigi transmisi ini terjadi ketika pedal kopling tidak berfungsi dengan baik dalam melepas sementara atau membebaskan plat kopling dari fly wheel (roda gila). Dalam kasus “kopling lengket” tugas untuk melepas kedua komponen tersebut terhalang oleh permukaan plat kopling yang menempel fly wheel. Hal ini terjadi karena bahan permukaan plat kopling memang terbuat dari campuran asbes yang akan melunak jika terendam air.

Selain banjir, kopling lengket bisa juga diakibatkan oleh plat kopling yang tersiram bocoran air dari sistem pendingin. Yang pasti, pengaruh air ke plat kopling ini biasanya akan menyebabkan “kopling lengket” jika setelah terkena air mobil tidak digunakan dalam beberapa hari.

MOBIL KURANG TENAGA, KENAPA.........?

Mesin Kurang Tenaga Karena Fuel Filter Kotor

Meskipun sudah sering diingatkan, masih banyak pengendara yang terkejut ketika mesin terasa tak bertenaga. Setelah diperiksa, ternyata fuel filter kotor. Hubungan antara fuel filter (saringan bahan bakar) dan kerja mesin memang erat. Jika komponen ini terlalu kotor, supply bensin ke ruang bakar terganggu sehingga kinerja mesin ikut bermasalah.

Karena itu, sangat disarankan untuk membersihkan fuel filter secara berkala. Biasanya setiap kelipatan 5.000 km. Lakukan pula penggantian fuel filter setiap kelipatan 10.000 km.

Penggantian perlu dilakukan rutin mengingat bahan dasar fuel filter adalah kertas. Di kertas inilah terdapat pori-pori untuk menyaring bahan bakar. Lama kelamaan pori-pori tersebut kian rapat sehingga bahan bakar sama sekali sulit menembusnya. Jika sudah demikian rapat, mau tidak mau harus ganti dengan fuel filter baru.

Memeriksa dan mengganti fuel filter akan jauh lebih ringan ketimbang memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan bila fuel filter tidak bekerja dengan baik. Sebagai saringan, peran fuel filter bagi kinerja mesin sangat besar. Komponen ini menghentikan kotoran dan air yang mungkin terkandung dalam bahan bakar.

Andai saja tidak ada fuel filter, material-material perusak itu bisa terus menerobos masuk ke sistem bahan bakar. Implikasi-implikasi jika material itu tak tersaring diantaranya adalah:

Pertama, pembakaran jadi tidak sempurna karena bahan bakar mengandung banyak air, misalnya. Emisi gas buangnya pun tidak ramah lingkungan.

Kedua, kandungan air atau kotoran yang ada di bahan bakar juga bisa mengakibatkan kerusakan (keausan) pada komponen-komponen yang dilaluinya. Misalnya, karat pada dinding-dinding cylinder block. Bila keausan ini terjadi, akan memicu kebocoran pada ruang bakar.

HAL2 TENTANG PEMBAKARAN

Tiga Hal yang Terkait dengan Pembakaran

Idealnya, sekali memutar kunci kontak, mesin langsung hidup dan kendaraan siap dijalankan. Waspadalah jika Anda musti memutar kunci kontak berkali-kali setiap kali akan menghidupkan mesin, terutama mesin dengan bahan bakar bensin.

Kesulitan menghidupkan mesin berbahan bakar bensin seperti kasus di atas terkait dengan masalah sempurna atau tidak sempurnanya pembakaran. Pembakaran akan berlangsung sempurna dengan syarat: kompresi yang sesuai dengan spesifikasi mesin, campuran bahan bakar - udara yang tepat, dan percikan bunga api yang kuat serta tepat.

Karena itu, ada tiga kemungkinan jika mesin tidak langsung "greng" ketika kunci kontak kita putar.

1.Kompresi. Bila kompresi yang dihasilkan mesin lebih rendah dari yang dibutuhkan, sudah tentu akan mempersulit terjadinya pembakaran. Praktis mesin sulit hidup. Kekurangtepatan ini bisa terjadi karena celah katup yang tidak tepat, terjadi keausan pada dudukan dan kepala katup, banyak kerak karbon pada kepala dan dudukan katup. Bisa pula karena ring piston aus, dinding silinder aus, atau gasket silinder head retak. Kerusakan pada komponen-komponen di atas dapat menyebabkan kebocoran kompresi sehingga tekanan yang dihasilkan mesin rendah.

2.Campuran bahan bakar dan udara. Kekurangtepatan campuran kedua unsur ini disebabkan oleh setelan campuran yang terlalu rapat / renggang pada Idle Mixture Adjusting Screw (IMAS) di karburator. (Pada mesin dengan sistem injeksi, hal ini biasanya terjadi karena setelan pada variabel resistor tidak tepat.) Juga bisa disebabkan karena kotornya saluran bahan bakar, saringan bahan bakar dan saringan udara.

3.Bunga api. Percikan bunga api yang kurang kuat dan kurang tepat juga dapat menyebabkan mesin susah hidup. Kondisi ini biasanya dipicu oleh platina yang sudah aus, lemahnya daya serap kondensor atau pun karena nilai tahanan kumparan pada coil pengapian sudah tinggi akibat panas. Selain itu, percikan yang lemah dan tidak tepat juga dapat disebabkan oleh tahanan kabel busi yang tinggi dan celah busi yang terlalu besar.

Kebanyakan pengendara mendiamkan saja jika mengalami kasus mesin yang sedikit susah hidup. Mungkin karena mesin masih dapat dihidupkan setelah beberapa kali kunci kontak diputar. Padahal, apabila dibiarkan bukan tak mungkin muncul dampak yang jauh lebih buruk: baterai soak misalnya.
Baterai dapat soak karena pemakaian arus listrik yang berlebihan pada saat distarter.

Selain baterai soak, apabila terjadi campuran yang tidak tepat (pembakaran yang tidak sempurna) yang jelas konsekuensi berikutnya adalah tenaga mesin berkurang dan konsumsi bahan bakar menjadi boros.

Sebetulnya, setingan mesin yang mendukung kesempurnaan sistem pembakaran dapat terjaga apabila pengendara tidak mengabaikan jadwal engine tune up secara periodik. Karena, pada saat ini akan dilakukan penyetelan-penyetelan dan pemeriksaan komponen-komponen mesin.

Jadi, ingat. Jangan lupakan engine tune up secara periodik. Selain demi kenyamanan dan keamanan, dari sana problem-problem kecil akan dicegah agar tidak membesar

CARA MENGISI AIR RADIATOR WAKTU PANAS

Overheating dan Cara Mengisi Air Radiator

Overheating tidak hanya disebabkan oleh kebocoran radiator atau kerusakan-kerusakan pada sistem pendingin. Bisa jadi, suhu mesin mencapai titik panas yang tinggi karena ada kesalahan kita saat melakukan pengisian air radiator.

Memang, kehati-hatian saat mengisi air radiator perlu lebih diperhatikan. Terutama untuk para pemilik Avanza dan Xenia. Di buku servis manual kedua brand tersebut ada informasi tambahan mengenai cara pengisian air radiator yang tepat.

Berbeda dengan tipe-tipe lainnya, pabrikan menyebutkan bahwa saat mengisi air radiator, air relief valve (air plug) yang ada di blok mesin harus dibuka. Air plug baru ditutup ketika air radiator sudah keluar dari lubang air plug.

Dari segi fungsi, air plug pada Avanza dan Xenia sebenarnya untuk memastikan bahwa udara telah benar-benar keluar dari seluruh ruang saluran air radiator. Itu sebabnya, ketika sedang mengisi air radiator, air plug harus dibuka. Tujuannya agar udara terdorong keluar lewat lubang air plug.

Bisa dibayangkan apa yang terjadi ketika air plug tidak kita buka saat mengisi air radiator. Kemungkinan besar udara terjebak di saluran-saluran radiator.

Jika udara belum keluar, kerja sistem pendingin dapat terganggu. Ketika udara masih terjebak di saluran sistem pendingin, berarti jumlah air radiator yang masuk masih di bawah jumlah yang dibutuhkan. Pengaruhnya sama seperti radiator yang kekurangan air: menurunnya kemampuan radiator dalam menyerap suhu panas mesin.

LAMPU REM NYALA TRUS KNAPAAAA.......?

Lampu Rem Nyala Terus, Periksa Switch Rem

Para pengguna jalan tentu akan terganggu jika lampu rem kendaraan bermasalah. Lampu rem yang tidak normal bahkan bisa memicu kecelakaan lalulintas. Selain bola lampu yang putus, masalah yang biasa terjadi pada lampu rem adalah tidak berfungsinya switch yang mengakibatkan lampu rem menyala terus.

Mengatasi kasus lampu rem yang tidak mau mati, sangatlah sederhana. Jika Anda mengalaminya, segera arahkan perhatian ke switch (saklar) rem pada ke rangkaian sistem lampu rem. Letaknya di atas tuas pedal rem. Switch rem inilah yang berfungsi memutus dan menyambungkan arus listrik dari baterai / aki ke lampu rem. Switch rem akan menyambungkan arus listrik ketika pedal rem diinjak, dan kembali memutus arus listrik ketika pedal rem dilepas.

Pada umumnya, ada dua kemungkinan yang dapat memicu ketidakberfungsian switch rem dalam memutus arus listrik ke lampu rem. Pertama, terjadi short circuit di dalam switch rem. Kedua, ada kabel-kabel atau rangkaian pada sistem rem yang terkelupas dan menempel/menyentuh massa.

Penyebab pertama biasanya dipicu oleh masalah usia switch rem. Short circuit terjadi karena komponen ini sudah aus sehingga spring (per) di dalamnya tidak fleksibel lagi. Dalam kasus rem yang menyala terus, spring selalu menghubungkan arus listrik positif dan negatif. Satu-satunya cara mengatasi masalah yang dipicu oleh penyebab seperti ini adalah mengganti switch rem dengan yang baru.

Sebelum melakukan penggantian, tidak ada salahnya Anda memeriksa kemungkinan penyebab kedua. Untuk mengatasi kemungkinan penyebab kedua, cukup dengan menyetel ulang kedudukan switch rem. Caranya:

1. Kendorkan baut switch rem
2. Putar switch rem ke arah luar sehingga mendekati pedal rem
3. Lakukan pengetesan on / off sistem rem dengan menginjak dan melepas pedal rem
4. Jika lampu rem bisa hidup dan mati, kencangkan baut switch rem kembali

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MEMBELI AKI BOSS

Apa yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Accu?

Jika mesin mobil mulai sering sulit di-start, lampu-lampu juga tampak lebih redup dari biasanya, atau suara klakson tidak senyaring sebelumnya, ini adalah tanda-tanda telah terjadi masalah dengan sistem kelistrikan. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah accu (baterai) soak sehingga tidak dapat bekerja secara optimal.

Coba ingat-ingat lagi usia accu mobil Anda. Jika sudah lebih dari dua tahun, bisa dipastikan kasus di atas memang terjadi karena accu yang sudah lemah. Rata-rata, usia pakai accu adalah dua tahun. Bahkan ada accu yang hanya bisa bertahan setahun saja. Untuk mengatasi kasus seperti di atas harus ganti accu lama dengan accu baru.

Tapi jangan asal beli. Minimal, ada beberapa point penting yang harus kita perhatikan saat membeli accu baru:

Pertama, kapasitas. Kapasitas accu ditandai dengan satuan ampere. Kapasitas accu harus sesuai dengan kapasitas standar kendaraan. Untuk mengetahui kapasitas standar mobil dapat dilihat di buku manual.

Sementara keterangan mengenai kapasitas accu bisa dibaca di bagian atas accu. Misalnya, tertulis kode: NS40Z, NS50, atau N40 dsb. Angka di tengah menunjukkan ampere maksimum pada accu tersebut.

Kedua, tegangan accu. Tegangan ditandai dengan satuan voltage (volt). Tegangan juga harus sesuai dengan tegangan standar pada kendaraan. Angka ini juga bisa dilihat di buku manual. Pada kendaraan non truk pada umumnya menggunakan accu bertegangan 12 volt. Jika membeli accu yang voltage-nya lebih besar dari standar, dapat menyebabkan beberapa komponen terbakar (putus).

Ketiga, perhatikan posisi terminal (pull). Ada dua tipe: pertama accu yang terminal positif (+) terletak di kanan, satu lagi yang terminal positifnya terletak di kiri. Jangan sampai terbalik. Accu yang terminal posifitnya ada di kiri ditandai dengan kode "L" (left) yang tertera di ujung kode kapasitas accu. Misalnya, NS40ZL.

Satu hal lagi yang banyak dilupakan para pengendara adalah, mereka biasanya langsung memasang accu baru ke kendaraan. Sebelum dipasang sebaiknya isi accu baru dengan accuzurr (cairan elektrolit), tunggu sekitar 20-30 menit kemudian baru pasang di kendaraan. Langkah ini perlu dilakukan agar reaksi kimia yang terjadi menghasilkan tegangan secara optimal. Langkah ini juga bermanfaat dalam memperpanjang usia pakai accu.

MASALAH PADA KOPLING

Bergetar Ketika akan Melepas Pedal Kopling

Sebagai pengendara kita pasti akan merasa kurang nyaman bila ada getaran yang tidak normal. Salah satu getaran yang biasanya cukup mengganggu adalah kasus seperti yang dikeluhkan seorang customer AstraWorld. Tiap kali memulai berkendara (dari posisi diam), saat melepas pedal kopling mobilnya bergetar agak keras. Apalagi jika jalur yang ditempuh agak menanjak, getaran akan terasa lebih keras lagi.

Jika mengalami kasus seperti ini, jangan buru-buru menyalahkan komponen mobil. Bukan mustahil pemicu getaran saat melepas kopling adalah gaya dan teknik berkendara. Terutama bagi para pengendara mobil bertransmisi manual. Getaran tak normal dapat dipicu oleh ketidakseimbangan antara penginjakan pedal gas dan pelepasan pedal kopling.

Seringkali, pengendara terlambat menginjak pedal gas ketika kopling dilepas. Jika terasa bergetar saat baru mulai bergerak, coba injak pedal gas lebih dalam. Tambahan tenaga dapat mengatasi getaran karena kasus seperti ini umumnya terjadi akibat mesin tidak kuat mengangkat beban mobil.

Kendati begitu, bisa saja solusi di atas tidak menjawab persoalan. Ini berarti, getaran muncul karena sebab-sebab lain. Ada beberapa kemungkinan teknis yang bisa diduga sebagai biang keladi munculnya getaran seperti kasus di atas. Diantaranya:

1. Setelan mesin.
2. Mounting (sambungan) mesin sudah mengeras.
3. Plat kopling, matahari atau roda gila (flywheel) tidak rata.

Mungkin saja setelan RPM, waktu pengapian kurang tepat atau busi sudah aus. Sama seperti masalah gaya berkendara, kondisi setelan mesin dan komponen yang sudah aus membuat tenaga mesin menurun sehingga tidak kuat mengangkat beban kendaraan. Penyebab seperti ini harus ditangani dengan penyetelan mesin yang bisa dilakukan saat tune up atau servis berkala.

Kemungkinan mounting yang sudah mengeras juga bisa menjadi pemicu. Material engine mounting terbuat dari karet. Ia dapat mengeras karena secara fisik letaknya memang dekat temperatur yang lumayan tinggi. Jika sudah mengeras, engine mounting kurang dapat meredam getaran mesin. Bila setelah diperiksa engine mounting memang sudah mengeras, sebaiknya lakukan penggantian komponen ini. Kondisi engine mounting memang tergantung pemakaian. Tapi pada umumnya, engine mounting sudah harus diganti saat kendaraan berusia 5 tahun ke atas.

Sedangkan kemungkinan terakhir bisa terjadi karena plat kopling, matahari atau roda gila yang tidak rata yang mengakibatkan penyaluran tenaga dari mesin ke transmisi tidak berlangsung mulus. Penyebab yang satu ini dapat diselesaikan dengan melakukan penggantian komponen kopling dan meratakan roda gila. Biasanya komponen-komponen ini sudah harus diganti setelah kendaraan mencapai 60.000 km ke atas.

Sudah tentu kondisi ini tidak boleh didiamkan. Setelah mengetahui sumber penyebabnya, segera lakukan langkah-langkah perbaikan. Terutama, jika getaran itu disebabkan oleh roda gila yang tidak rata. Bukan saja mengganggu kenyamanan berkendara, jika dibiarkan lama kelamaan roda gila yang tidak rata bisa membuat komponen ini aus sebelah. Efek selanjutnya, getaran terasa akan semakin keras. Begitu juga dengan saat melepas pedal kopling. Jika terus menerus bergetar, lama kelamaan permukaan plat kopling tidak rata, dan getaran mobil akan semakin keras.

Cara termudah mencegah kerusakan lebih parah adalah dengan melakukan perawatan secara berkala. Bawa kendaraan Anda ke bengkel jika sudah saatnya harus di-servis

MENGATASI EMBUN PADA LAMPU MOBIL

Mengatasi Embun di Lampu-Lampu Mobil

Selain sebagai sumber cahaya, sinar yang terpancar dari lampu mobil juga menjadi sandi yang sangat penting dalam dunia berkendara. Jika ingin belok, mengurangi kecepatan atau berhenti misalnya, pengendara membutuhkan sinar atau kedipan lampu sebagai sarana berkomunikasi. Untuk itu, lampu-lampu mobil semestinya dapat bersinar terang. Jangan redup sedikitpun, apalagi padam sama sekali.

Salah satu penyebab yang dapat mengganggu sinar lampu mobil adalah embun. Meskipun hanya berupa uap air, embun yang menyelinap ke dalam lampu-lampu mobil bisa sangat mengganggu. Selain meredupkan pancaran sinar dari bohlam, embun atau uap air dapat mengakibatkan bohlam-bohlam putus, terutama jika embun atau uap air sampai ke kabel-kabel hingga memicu korsletting saat dialiri listrik.

Karena itu, coba periksa lampu-lampu mobil Anda. Jika ada embun atau uap air di dalamnya, kemungkinan besar mika dan seal-sealnya sudah dalam kondisi yang kurang baik. Penanganan sementara, dengan copot penutup lampu tersebut, lalu bersihkan hingga kering dengan menggunakan lap dan semprot dengan angin kompresor atau pengering rambut (hair dryer). Untuk hasil yang lebih memuaskan, kami sarankan untuk mengganti mika dan seal-seal di lampu-lampu mobil dengan yang baru.

Seal yang kurang rapat pada umumnya terjadi karena masalah umur. Semakin tua umur kendaraan, pada umumnya seal sudah kurang elastis (keras). Apalagi jika kendaraan sering diparkir di tempat panas. Bagian mika pun demikian, semakin tua umur kendaraan dan semakin sering terkena suhu panas, kemungkinan retak atau pecah semakin besar.

PERAWATAN BERKALA RADIATOR

Cegah Radiator Bocor dengan Perawatan Berkala

Ada beberapa hal yang paling sering memicu kebocoran pada radiator. Yaitu: korosi (karat), benturan (baik karena tabrakan maupun karena terkena kibasan kipas radiator). Khusus untuk bahan fiber, penyebab lainnya adalah panas dan tekanan air radiator. Akibat penyebab-penyebab ini, mungkin saja terbentuk rongga atau celah di plat-plat (fiber) radiator tempat air merembes keluar.

Karena radiator bocor, sistem pendingin tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, temperatur mesin pun tidak terkontrol dan terjadilah overheating ketika mesin terus dipaksa bekerja tanpa pendinginan. Kita tentu sudah hapal bila mesin mengalami overheating. Karena panas yang melebihi toleransi, mesin mungkin berbunyi tidak normal, kurang bertenaga, boros bahan bakar, bahkan mogok saat dikendarai di tengah jalan. Sayang sekali, kan?

Sebelum mengalami masalah-masalah seperti itu, antisipasilah terjadinya kebocoran pada radiator. Pencegahan dapat dilakukan dengan merawat sistem pendingin. Untuk ini, ada beberapa tips yang kami sarankan:

1. Lakukan pemeriksaan air radiator secara rutin pada tangki cadangan. Jika permukaan air di tangki cadangan berada di bawah garis MIN, segera tambahkan. Jika sudah tampak kotor dan tampak keruh, kuras dan ganti dengan air radiator yang baru.

2. Gunakan cairan khusus radiator saat mengisi radiator (coolant). Selain membantu proses pendinginan, di dalam cairan tersebut juga terdapat zat yang dapat mengurangi korosi pada radiator dan mesin. Korosi dan kotoran pada air pendingin sangat tidak baik karena dapat mengganggu proses pendinginan. Kami sarankan untuk menggunakan air coolant yang berjenis ethlylene glycol berkualitas tinggi.

3. Bersihkan kisi-kisi radiator dengan menyemprotkan air pada sirip radiator.

4. Periksa kemungkinan terjadi kebocoran baik pada selang-selang maupun radiator. Kebocoran selang dapat dipantau secara manual dengan melihat ada tidaknya tetesan. Tapi, untuk mengecek kebocoran pada radiator harus menggunakan alat khusus (sst atau special service tools). Radiator mobil Anda akan diperiksa dengan alat ini jika datang ke bengkel-bengkel jaringan Astra International.

5. Kondisi radiator dan kinerja sistem pendingin Anda akan lebih terjaga jika rutin melakukan servis berkala. Jangan lupa membawa mobil Anda ke bengkel-bengkel jaringan Astra. Saat servis berkala mulai dari 1.000 kemudian tiap kelipatan 10.000 km, salah satu bagian yang akan diperiksa adalah kondisi sistem pendingin.

TIPSKOE COY

Turunkan Oktan, Aman atau Membahayakan Mesin?

Pertanyaan seperti pada judul di atas cukup banyak disampaikan para pengendara ke AstraWorld. Diantaranya adalah Pak Budi Winarto, Hari Satriyono, Christian Tirtakusuma, Irwansyah, maupun Ibu Indah. Termasuk Rekareta Abadi yang bertanya perihal rencananya mengganti bbm ke jenis premium. "Apakah dampak yang akan timbul, selain tenaga berkurang," tanyanya melalui customerservice@astraworld.com.

Salah satu pemicunya tentu saja karena harga bahan bakar minyak (BBM) yang baru saja kembali pemerintah naikkan. Perbedaan antara harga Pertamax, Pertamax Plus (yang beroktan di atas 91) dan Premium (beroktan 88) memang cukup signifikan. Sehingga, beralih ke jenis bbm lain meskipun kadar oktannya lebih rendah cukup menggoda kita sebagai pengendara. Apalagi, Pertamina menjamin semua jenis bensin produksinya sudah tidak bertimbal.

Untuk pertanyaan yang dapat berimbas ke mesin ini, kita memang perlu sangat hati-hati. Sejauh tidak menimbulkan ngelitik knocking pergantian kadar oktan bbm tersebut boleh-boleh saja dilakukan. Tapi, jika ternyata ngelitik, kami sarankan untuk tidak melakukan penggantian tersebut.

Kadar oktan memang sangat berpengaruh pada kinerja mesin. Salah satu dampak apabila kadar oktan bbm tidak sesuai adalah gejala ngelitik, akhir pembakaran terjadi sebelum piston turun. Jika ngelitik dibiarkan, lama kelamaan dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin. Karena ngelitik pada dasarnya terjadi benturan antara dinding silinder dan piston, sehingga kedua komponen ini mengalami kerusakan. Jika sudah sangat parah harus diatasi dengan overhaul.

Jadi kami ingatkan lagi, ngelitik atau tidak adalah indikator utama penggantian jenis bbm akan cukup aman atau membahayakan mesin.

Yang jelas, penurunan kadar oktan akan sangat berdampak ke performa mesin. Kemampuan akselerasi maupun menanjak akan berkurang sebab nilai oktan bbm yang dipakai tidak sebanding dengan kompresi mesin.(Source : ASTRAWORLD)

PERAWATAN MOBIL



Tabel Pemeriksaan Berkala:

Check Item 1.000 km 5.000 km 10.000, 30.000, 50.000 km, dst. 15.000, 25.000, 35.000 km, dst. 20.000, 40.000, 60.000 km, dst.
Oli Mesin ganti oli mesin; tanpa filter: 6,0 ltr, ganti filter: 6,5 ltr ganti oli mesin; tanpa filter: 6,0 ltr, ganti filter: 6,5 ltr ganti oli mesin; tanpa filter: 6,0 ltr, ganti filter: 6,5 ltr ganti oli mesin; tanpa filter: 6,0 ltr, ganti filter: 6,5 ltr ganti oli mesin; tanpa filter: 6,0 ltr, ganti filter: 6,5 ltr
Filter Oli --- --- ganti filter oli

---

ganti filter oli
Oli Transmisi periksa kualitas & kuantitas oli transmisi periksa kualitas & kuantitas oli transmisi periksa kualitas & kuantitas oli transmisi periksa kualitas & kuantitas oli transmisi ganti oli transmisi, Taft/Delta: 2,5 ltr
Oli Transfer periksa kualitas & kuantitas oli transfer periksa kualitas & kuantitas oli transfer periksa kualitas & kuantitas oli transfer periksa kualitas & kuantitas oli transfer ganti oli transfer, Taft: 1,5 ltr
Oli Differential periksa kualitas & kuantitas oli differential periksa kualitas & kuantitas oli differential periksa kualitas & kuantitas oli differential periksa kualitas & kuantitas oli differential ganti oli differential, Taft/Delta: 3 ltr
Air Pendingin & Radiator periksa kualitas & kuantitas air pendingin mesin, kebocoran sistem pendingin, periksa tutup radiator periksa kualitas & kuantitas air pendingin mesin di radiator & reserve periksa kualitas & kuantitas air pendingin mesin, kebocoran sistem pendingin, periksa tutup radiator periksa kualitas & kuantitas air pendingin mesin di radiator & reserve ganti air radiator & tambahkan cairan pendingin, periksa kebocoran sistem pendingin & periksa tutup radiator
Saringan Udara --- periksa & bersihkan saringan udara periksa & bersihkan saringan udara periksa & bersihkan saringan udara periksa & bersihkan saringan udara
Kepala Silinder & Manifold periksa kekencangan kepala silinder & manifold --- --- ---

---

Celah Katup periksa & stel celah katup --- --- --- periksa & stel celah katup
Saat Pengapian penyetelan Dwell Angle (dinamik) & penyetelan saat pengapian --- penyetelan Dwell Angle (dinamik) & penyetelan saat pengapian --- penyetelan Dwell Angle (dinamik) & penyetelan saat pengapian
Putaran Idling Mesin periksa putaran idling --- periksa putaran idling --- periksa putaran idling
Tali Kipas --- --- periksa kondisi & tegangan tali kipas --- periksa kondisi & tegangan tali kipas
Timing Belt --- --- --- --- ganti timing belt (hanya utk Ch. 80.000)
Pedal Kopling periksa kebebasan & tinggi pedal kopling --- periksa kebebasan & tinggi pedal kopling --- periksa kebebasan & tinggi pedal kopling
Pedal Rem periksa kebebasan pedal rem periksa kebebasan pedal rem periksa kebebasan pedal rem periksa kebebasan pedal rem periksa kebebasan pedal rem
Rem Tangan periksa & stel langkah rem tangan periksa & stel langkah rem tangan periksa & stel langkah rem tangan periksa & stel langkah rem tangan periksa & stel langkah rem tangan
Minyak Rem & Sistem Distribusinya periksa kondisi minyak rem, selang dan pipa sistem distribusi minyak rem periksa kualitas & kuantitas minyak rem periksa kualitas & kuantitas minyak rem, periksa kebocoran periksa kualitas & kuantitas minyak rem ganti minyak rem (hanya utk Ch. 40.000), periksa kondisi minyak rem, selang dan pipa sistem distribusi minyak rem
Brake Pad --- --- bersihkan & periksa tebal & run-out brake pad --- bersihkan & periksa tebal & run-out brake pad
Tromol & Sepatu Rem --- --- --- --- periksa kondisi & bersihkan tromol rem, periksa keausan sepatu rem
Booster Rem --- --- --- --- periksa kerja booster rem
Sistem Kemudi periksa & stel kebebasan kemudi --- --- --- periksa & stel kebebasan kemudi
Lengan Kemudi periksa kondisi joint-joint lengan kemudi --- --- --- periksa kondisi joint-joint lengan kemudi
Drive Shaft

---

--- periksa kondisi karet drive shaft --- periksa kondisi karet drive shaft
Power Steering periksa ketinggian minyak power steering periksa kualitas & kuantitas minyak power steering periksa kualitas & kuantitas minyak power steering periksa kualitas & kuantitas minyak power steering periksa kualitas & kuantitas minyak power steering
Ban periksa tekanan & keausan ban depan & belakang periksa tekanan & keausan ban depan & belakang periksa tekanan & keausan ban depan & belakang, lakukan rotasi ban periksa tekanan & keausan ban depan & belakang, lakukan rotasi ban periksa tekanan & keausan ban depan & belakang, lakukan rotasi ban
Keselarasan Roda Depan periksa Toe-in roda & side slip roda depan --- --- --- periksa Toe-in roda & side slip roda depan
Bearing Roda Depan & Belakang

---

--- --- --- periksa kondisi bearing roda depan & belakang, ganti gemuk bearing roda depan (hanya utk Ch. 40.000 & 80.000)
Suspensi periksa kondisi suspensi depan & belakang ---

---

--- periksa kondisi suspensi depan & belakang
Klakson periksa & stel klakson --- periksa & stel klakson --- periksa & stel klakson
Lampu Penerangan periksa & stel lampu besar, lampu sein, lampu kecil, lampu mundur --- periksa & stel lampu besar, lampu sein, lampu kecil, lampu mundur --- periksa & stel lampu besar, lampu sein, lampu kecil, lampu mundur
Baterai --- periksa kondisi terminal baterai (accu) & ketinggian air accu periksa kondisi terminal baterai (accu) & ketinggian air accu periksa kondisi terminal baterai (accu) & ketinggian air accu periksa kondisi terminal baterai (accu) & ketinggian air accu
Air Pencuci Kaca periksa kualitas & kuantitas air pembersih kaca periksa kualitas & kuantitas air pembersih kaca periksa kualitas & kuantitas air pembersih kaca periksa kualitas & kuantitas air pembersih kaca periksa kualitas & kuantitas air pembersih kaca
Wiper & Washer periksa kerja wiper, periksa & stel wisher --- periksa kerja wiper, periksa & stel wisher --- periksa kerja wiper, periksa & stel wisher
Baut & mur chasis --- --- periksa & stel kekencangan baut & mur chasis --- periksa & stel kekencangan baut & mur chasis
Greasing 1 beri grease pd engsel pintu, tutup mesin, bagasi, pedal gas, pedal rem, pedal kopling --- beri grease pd engsel pintu, tutup mesin, bagasi, pedal gas, pedal rem, pedal kopling --- beri grease pd engsel pintu, tutup mesin, bagasi, pedal gas, pedal rem, pedal kopling
Greasing 2 beri grease pd nipple, tie rod, cross joint, ball joint --- beri grease pd nipple, tie rod, cross joint, ball joint --- beri grease pd nipple, tie rod, cross joint, ball joint


Standard Daihatsu Taft / Rocky Diesel:

  • Oli Mesin: 20W - 50 (API CC/CD)
  • Oli Transmisi: SAE 90 API GL-4
  • Oli Transfer: SAE 90 API GL-4
  • Oli Differential: SAE 90 API GL-5
  • Minyak Power Steering: ATF DEXTRON-II
  • Minyak Rem: DOT-3
  • Cairan Pendingin Mesin / Radiator: Long Life Coolant (LLC) 30%
  • Tutup Radiator: 0,9 - 1,05, limit: 0,6
  • Pedal Kopling: free-play: 15 - 30 mm; tinggi pedal: 190 mm
  • Pedal Rem: free-play: 3 - 8 mm; tinggi pedal: 190 mm
  • Rem Tangan: jumlah "klik" = 5 - 7
  • Putaran Idling Mesin (standard HC/HD):
    • Idle: 850 ± 50 rpm
    • Fast idle: 1800 ± 200 rpm
    • Co: 1,5 ± 0,5% vol
    • HC: <1000>
  • Celah Katup (panas): HC, HD: 0,25 (INT), 0,33 (EXH)
  • Tegangan Tali Kipas: 10 - 13 mm (10 kg)